Inform choice dan Inform Concent Sebelum Persalinan



TUGAS MATA KULIAH
ETIKOLEGAL DALAM PRAKTIK KEBIDANAN
INFORMED CHOICE DAN INFORMED CONSENT
“TEKNIK PERSALINAN”
Dosen Pembimbing : Mundarti, S.Pd, S.SiT, M.Kes


Description: poltek.JPG

Kelas Sakura - Reguler 1
Anggota Kelompok :


1.      Harristya Ratih Y        (017)
2.      Intan Permata D          (018)
3.      Isrokhah Nor H           (019)
4.      Kholifatur Rosidah S  (020)
5.      Marnaam                     (021)
6.      Mega Pramudya W     (022)
7.      Nadyatul F                  (023)






POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
PODI DIII KEBIDANAN MAGELANG
2013





















 
INFORMED CHOICE
Dokter Pelaksana                                            : …………………………..
Pemberi Informasi                                           : …………………………..
Penerima Informasi/ Pemberi Persetujun           : …………………………..

Setelah mendapatkan penjelasan dari bidan mengenai jenis-jenis persalinan yang dibantu dengan alat yaitu meliputi :
1.      Forceps                        : pengertian, indikasi, keuntungan, kerugian
2.      Ekstraksi vacum            : pengertian, indikasi, keuntungan, kerugian
3.      Seksio sesarea              : pengertian, indikasi, keuntungan, kerugian
Saya sudah memahami, mengerti dan dapat menjelaskan kembali mengenai apa yang sudah dijelaskan oleh bidan kepada saya. Maka dengan ini saya memilih untuk bersalin dengan cara :
No.
Jenis-jenis persalinan
Pilihan
1.
Forceps
-
2.
Ekstraksi vacuum
P
3.
Seksio sesarea
-
ü                        Pilihan yang dipilih

Pilihan di atas adalah pilihan yang telah saya pilih dengan izin / telah diberikan izin dari suami saya dan tanpa adanya paksaan dari pihak manapun.

........................, ............................
                                                                                    Yang memberi persetujuan
Dokter                                    Pasien                                Suami Pasien


(...............................)               (...............................)               (...............................)
















CHECKLIST INFORMED CHOICE
NO.
Tindakan
Sudah diberikan
Pemahaman
Ya
Tidak
Paham
Tidak Paham
1.
Menyambut dan memberi salam  pada pasien dengan ramah dan sopan




2.
Memperkenalkan diri pada pasien dan keluarga




3.
Apersepsi terhadap klien




4.
Menjelaskan jenis-jenis persalinan yang dibantu dengan alat :
1.      Persalinan Dibantu Forsep (Ekstrasi Forsep)
a.       Pengertian
Forsep merupakan alat bantu persalinan yang terbuat dari logam menyerupai sendok.
b.      Indikasi
Forsep digunakan pada ibu pada keadaan sangat lemah, tidak ada tenaga, atau ibu dengan penyakit hipertensi yang tidak boleh mengejan, forsep dapat menjadi pilihan. Demikian pula jika terjadi gawat janin ketika janin kekurangan oksigen dan harus segera dikeluarkan.
c.       Keuntungan
persalinan yang dibantu forsep bisa dilakukan meski Ibu tidak mengejan, misalnya saat terjadi keracunan kehamilan, asma, atau penyakit jantung.
ibu tidak perlu mengejan terlalu kuat.
d.      Kelemahan
Persalinan dengan forsep relatip lebih beresiko dan lebih sulit dilakukan dibandingkan dengan vakum. Namun kadang terpaksa dilakukan juga apabila kondisi ibu dan anak sangat tidak baik. Persalinan forsep biasanya membutuhkan episiotomi. Pada bayi dapat terjadi kerusakan saraf ketujuh (nervus fasialis), luka pada wajah dan kepala, serta patah tulang wajah dan tengkorak. Jika hal itu terjadi, bayi harus diawasi dengan ketat selama beberapa hari. Tergantung derajat keparahannya, luka tersebut akan sembuh sendiri. Sedangkan pada ibu, dapat terjadi luka pada jalan lahir atau robeknya rahim (ruptur uteri).
2.      Persalinan Dibantu Vakum (Ekstrasi Vakum)
a.       Pengertian
Vakum adalah seatu alat yang menggunakan cup penghisap yang dapat menarik bayi keluar dengan lembut. Cara kerjanya sangat sederhana, yaitu vakum diletakan diatas kepala bayi, kemudian ada selang yang menghubungkan mangkuk ke mesin yang bekerja dengan listrik atau pompa. Alat ini berfungsi membantu menarik kepala bayi ketika Ibu mengejan. Jadi tarikan dilakukan saat Ibu mengejan, dan saat mulut rahim sudah terbuka penuh (FASE KEDUA) dan kepala bayi sudah berada dibagian bawah panggul. Proses persalinannya sendiri menghabiskan waktu lebih dari 10 menit. Namun, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk menjalani seluruh prosedur. Vakum baru boleh dikerjakan bila syarat-syaratnya terpenuhi. Syarat tersebut yaitu panggul ibu tidak sempit, artinya dapat dilewati oleh janin, janin tidak terlalu besar, pembukaan sudah lengkap, dan kepala janin sudah memasuki dasar panggul ibu.
b.      Indikasi
Persalinan dengan vakum dilakukan bila ada indikasi membahayakan kesehatan serta nyawa ibu atau anak, maupun keduanya. Jika proses persalinan cukup lama sehingga ibu sudah kehilangan banyak tenaga, maka dokter akan melakukan tindakan segera untuk mengeluarkan bayi, misalnya dengan vakum. Keadaan lain pada ibu, yaitu adanya hipertensi (preeklamsia), penyakit paru, jantung juga merupakan alasan dipilihnya vakum sebagai alat bantu persalinan.
Vakum juga dikerjakan apabila terjadi gawat janin yang ditIbui dengan denyut jantung janin lebih dari 160 kali permenit atau melambat mencapai 80 kali permenit yang menIbukan bahwa bayi telah mengalami kekurangan oksigen (HIPOKSIA).
c.       Keuntungan
1)      Pemasangan mudah (mengurangi bahaya trauma dan infeksi)
2)      Tidak diperlukan narkosis umum
3)      Mangkuk tidak menambah besar ukuran kepala yang harus melalui jalan lahir
4)      Ekstraksi vakum dapat dipakai pada kepala yang masih tinggi dan pembukaan serviks belum lengkap
5)      Trauma pada kepala janin lebih ringan (Rustam Mochtar, 1999).
d.      Kerugian
Ibu tidak boleh mengejan terlalu kuat karena mengejan dapat mempertinggi tekanan darah dan membahayakan jiiwa Ibu. Dapat terjadi perlukaan yang lebih luas pada jalan lahir, juga pendarahan dijalan lahir. Sedangkan pada bayi, resiko vakum secara umum adalah terjadinya luka atau lecet dikulit kepala. Inipun dapat diobati dengan obat anti septik. Kondisi ini biasanya akan hilang sendiri setelah bayi usia seminggu. Resiko yang lebih berat adalah terjadinya pendarahan diantara tulang-tulang kepala (cephal hematome), juga terjadi pendarahan dalam otak.
3.      Persalinan Dengan Operasi Caesar
a.       Pengertian
Seksio sesarea adalah suatu cara melahirkan janin dengan membuat sayatan pada dinding rahim melalui dinding depan perut dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin diatas 500 gram
b.      Indikasi
1)      Panggul sempit absolut.
2)      Tumor-tumor jalan lahir yang menimbulkan sumbatan.
3)      Pembukaan yang tidak sempurna dari serviks atau vagina.
4)      Plasenta previa (keadaan dimana plasenta terletak pada atau di dekat serviks
5)      Disproporsi sefalopelvik (adanya ketidaksesuaian antara luas panggul dengan besar kepala bayi).
6)      Adanya rupture rahim yang membakat.
7)      Persalinan macet
Indikasi janin :
1)      Kelainan letak
2)      Gawat janin
c.       Keuntungan
1)      Seksio digunakan untuk mengakhiri kehamilan tau persalinan bila tak memungkinkan melakukan persalinan pervagina.
2)      Seksio untuk kepentingan fetus bisa dilakukan sebelum mulainya persalinan,karena insufisiensi plasenta.
3)      Seksio dibenarkan pada keadaan ini jika keadaan serviks tak akan memungkinkan induksi persalinan.
4)      Pada seksio dengan cara sayatan melintang mempunyai keuntungan yaitu perut pada rahim kuat sehingga cukup kecil risiko menderita ruptute uteri (robekan rahim) dikemudian hari.
d.      Kerugian
1)      Rasa sakit yang sangat pada bagian perut dan rahim akibat robekan saat operasi. Hal ini tidak dirasakan oleh ibu melahirkan secara normal
2)      Kemungkinan terjadi infeksi rahim dan perdarahan yang lebih banyak daripada persalinan normal
3)      Kemungkinan trauma pada organ tubuh yang lain
4)      Membutuhkan masa pemulihan yang lebih lama daripada persalinan normal, bahkan efeknya masih dirasakan hingga bertahun-tahun
5)      Biaya yang dikeluarkan untuk melahirkan dengan cara caesar jauh lebih besar, Biaya pembedahan relatif tinggi antara 6 – 12 jutaan.
6)      Ada bekas operasi pada perut bagian bawah




5.
Menanyakan kepada ibu apakah  ibu sudah  mengerti tentang penjelasan jenis-jenis persalinan yang dibantu dengan alat yang sudah dijelaskan oleh bidan.

















INFORMED CONSENT

Nomor             : ..............

Saya yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama                           : ........................................................
Tempat/tanggal lahir   : ........................................................
Alamat                                    : ........................................................
Kartu identitas                        : ........................................................
Pekerjaan                     : ........................................................

            Selaku individu yang meminta bantuan pada fasilitas kesehatan ini, bersama ini saya menyatakan kesediaanya untuk dilakukan tindakan dan prosedur pertolongan persalinan pada diri saya untuk dilakukan persalinan dengan tindakan:Ekstraksi vacum”. Pernyataan ini saya buat dengan penuh kesadaran atas resiko tindakan medis yang akan diberikan, setelah mendapat penjelasan tentang tindakan medis yang akan dilakukan berkaitan dengan tindakan “Ekstraksi vacum” .

            Demikian surat persetujuan ini saya buat tanpa paksaaan dari pihak manapun dan agar dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

........................, ............................
                                                                                    Yang memberi persetujuan
Dokter                                    Pasien                                Suami Pasien


(...............................)               (...............................)               (...............................)


CHECK LIST INFORMED CONSENT
NO.
Tindakan
Sudah diberikan
Pemahaman
Ya
Tidak
Paham
Tidak Paham
1.
Menjelaskan proses persalinan yang dibantu dengan alat Vakum (Ekstrasi Vakum)
a.       Pengertian
Vakum adalah suatu alat yang menggunakan cup ppenghisap yang dapat menarik bayi keluar dengan lembut. Cara kerjanya sangat sederhana, yaitu vakum diletakan diatas kepala bayi, kemudian ada selang yang menghubungkan mangkuk ke mesin yang bekerja dengan listrik atau pompa. Alat ini berpungsi membantu menarik kepala bayi ketika Ibu mengejan. Jadi tarikan dilakukan saat Ibu mengejan, dan saat mulut rahim sudah terbuka penuh (FASE KEDUA) dan kepala bayi sudah berada dibagian bawah panggul. Proses persalinannya sendiri menghabiskan waktu lebih dari 10 menit. Namun, dibutuhkan waktu sekitar 45 menit untuk menjalani seluruh prosedur. Vakum baru boleh dikerjakan bila syarat-syaratnya terpenuhi. Syarat tersebut yaitu panggul ibu tidak sempit, artinya dapat dilewati oleh janin, janin tidak terlalu besar, pembukaan sudah lengkap, dan kepala janin sudah memasuki dasar panggul ibu.
b.      Indikasi
Persalinan dengan vakum dilakukan bila ada indikasi membahayakan kesehatan serta nyawa ibu atau anak, maupun keduanya. Jika proses persalinan cukup lama sehingga ibu sudah kehilangan banyak tenaga, maka dokter akan melakukan tindakan segera untuk mengeluarkan bayi, misalnya dengan vakum. Keadaan lain pada ibu, yaitu adanya hipertensi (preeklamsia), penyakit paru, jantung juga merupakan alasan dipilihnya vakum sebagai alat bantu persalinan.
Vakum juga dikerjakan apabila terjadi gawat janin yang ditIbui dengan denyut jantung janin lebih dari 160 kali permenit atau melambat mencapai 80 kali permenit yang menIbukan bahwa bayi telah mengalami kekurangan oksigen (HIPOKSIA).
c.       Keuntungan
1.      Pemasangan mudah (mengurangi bahaya trauma dan infeksi)
2.      Tidak diperlukan narkosis umum
3.      Mangkuk tidak menambah besar ukuran kepala yang harus melalui jalan lahir
4.      Ekstraksi vakum dapat dipakai pada kepala yang masih tinggi dan pembukaan serviks belum lengkap
5.      Trauma pada kepala janin lebih ringan (Rustam Mochtar, 1999).
d.      Kerugian
Ibu tidak boleh mengejan terlalu kuat karena mengejan dapat mempertinggi tekanan darah dan membahayakan jiiwa Ibu. Dapat terjadi perlukaan yang lebih luas pada jalan lahir, juga pendarahan dijalan lahir. Sedangkan pada bayi, resiko vakum secara umum adalah terjadinya luka atau lecet dikulit kepala. Inipun dapat diobati dengan obat anti septik. Kondisi ini biasanya akan hilang sendiri setelah bayi usia seminggu. Resiko yang lebih berat adalah terjadinya pendarahan diantara tulang-tulang kepala (cephal hematome), juga terjadi pendarahan dalam otak.




2.
Menanyakan kepada ibu apakah  ibu sudah  mengerti tentang penjelasan jenis persalinan yang dibantu dengan alat vakum (ekstraksi vakum) yang sudah dijelaskan oleh bidan.





Comments

Popular Posts